Ujian Praktek T I K SMP Negeri 1 Banjarnegara

Jumat, 01 Mei 2009

Homo Floresiensis

PENYELIDIK dan saintis Universiti New England, New South Wales, Australia, tergamam sebaik melihat tengkorak dan tulang aneh yang dijumpai tersembunyi di gua Liang Bua, Kepulauan Flores, pada 2003.
Dengan penuh kehairanan, mereka membelek tengkorak misteri yang ditemui bersama fosil tikus raksasa, komodo dan gajah kecil sepanjang kerja arkeologi di gua itu. Ini kerana bentuk tengkorak itu sama seperti tengkorak manusia moden tetapi saiznya lebih kecil.

Kajian lanjut kemudian mendapati tengkorak dan tulang itu berasal daripada manusia purba digelar ‘homo floresiensis’ yang wujud kira-kira 13,000 tahun lalu.

Seterusnya penemuan itu mengundang persoalan misteri mengenai kemungkinan wujudnya pelbagai spesies manusia aneh pada zaman dulu, yang bentuk fizikal mereka adalah berlainan sama sekali dengan anatomi manusia moden (digelar homo sapiens) pada hari ini.

Sebenarnya, tengkorak dan tulang homo floresiensis yang turut digelar ‘Hobbit’ itu bukanlah laporan penemuan pertama membabitkan tengkorak dan kerangka aneh yang dijumpai di seluruh dunia.

Laporan mengenai penemuan tengkorak yang berbentuk pelik dan berlainan dengan tengkorak manusia moden, sudah mula dilaporkan sejak ratusan tahun lalu sekali gus mencetuskan misteri dan enigma yang tidak berkesudahan sehingga kini.

Pelbagai teori dikemukakan menerusi penemuan kerangka dan tengkorak aneh berkenaan antaranya tengkorak dan fosil yang dijumpai itu bukanlah milik manusia tetapi tinggalan makhluk asing yang sudah mati.

Teori lain pula menyokong dakwaan wujudnya pelbagai spesies manusia yang berlainan bentuk fizikal di dunia ini, pada zaman purba tetapi akibat sebab tertentu spesies itu sudah pupus dan meninggalkan manusia berjenis homo sapiens saja pada masa kini.

Kepercayaan mengenai wujudnya spesies manusia aneh pada zaman purba itu disokong pula dengan cerita legenda penduduk setempat contohnya penduduk Pulau Flores percaya rangka homo floresiensis yang dijumpai pada 2003 adalah makhluk kerdil berbulu ‘Ebu Gogo’ yang mendiami pulau itu pada zaman purba.

Rekod penemuan paling aneh mungkin berlaku sekitar 1800an apabila sebuah rangka dan tengkorak misteri ditemui tersembunyi di sebuah makam kuno dekat kota Sayre, Bradford County, Pennsylvania, Amerika Syarikat (AS).

Tidak seperti tulang belulang manusia homo sapiens pada hari ini, kerangka dan tengkorak yang ditanam pada 1200 itu bertubuh besar, tinggi malah paling mengejutkan adalah di bahagian kening tengkorak terdapat sepasang tanduk!

Pada 1888 pula, tujuh kerangka dalam posisi duduk ditemui di sebuah kubur dekat Clearwater, Minnesota, AS. Tengkorak makhluk yang dijumpai itu memiliki dua baris deretan gigi pada rahang atas dan bawah. Selain itu, dahinya lebih pendek dan miring dibandingkan tengkorak manusia yang lazim.

Meniti masa, satu lagi tengkorak aneh ditemui pada 1911 dekat Lovelock, Nevada, AS apabila pekerja yang sedang melakukan penggalian di kawasan itu secara tidak sengaja menemui mumia berbentuk menyerupai tubuh manusia.

Bagaimanapun, mumia itu bertubuh gergasi malah masih terdapat sisa rambut berwarna merah di kepalanya. Di kalangan penduduk setempat, mumia itu dikaitkan dengan legenda kuno suku Indian Paiute yang menceritakan wujudnya manusia gergasi berambut merah iaitu ‘Si-te-cahs’ dan gergasi itu menjadi musuh suku Indian di daerah berkenaan.

Sebuah tengkorak aneh juga ditemui di Chihuahua, Mexico pada 1930 di mana bahagian belakang tengkorak melebar sedangkan rongga matanya besar. Akhir 1999, hasil pengujian DNA mendapati tengkorak itu adalah dari jenis manusia.

Dua belas tahun lalu, penyelidik, Robert Connolly tampil mengemukakan foto tengkorak aneh berbentuk lonjong yang ditemui di Nazca, Peru di mana kawasan gurun itu juga adalah satu lokasi misteri yang memiliki ratusan lukisan raksasa aneh di permukaan tanahnya.

Tengkorak dirakamkan Connolly dikatakan sudah mencapai usia puluhan ribu tahun. Lelaki itu turut melaporkan penemuan kerangka aneh lain yang bentuknya sama dengan manusia moden kecuali tengkorak kepalanya besar pada bahagian cranium manakala rongga mata lebih lebar.

Ada pihak percaya yang bentuk aneh pada tengkorak itu dilakukan menerusi proses primitif ‘mengikat tengkorak’ di mana seseorang itu menekup kepalanya dengan ketat menggunakan pakaian atau alat tertentu selama tempoh yang amat lama.

Proses itu menyebabkan kepala akan membesar mengikut bentuk alat berkenaan, sama seperti amalan kaum Padaung di sempadan Myanmar dan Thailand yang memanjangkan leher mereka dengan melilit besi di leher masing-masing, terus menerus.

Sepanjang laporan penemuan pelbagai tengkorak dan kerangka aneh berkenaan, ada juga pihak tertentu yang sengaja mengada-adakan cerita kononnya tengkorak misteri sudah dijumpai di sesuatu tempat.

Antaranya laporan penemuan gambar rangka manusia gergasi di Arab Saudi dan gambar berkenaan tersebar luas menerusi internet sejak beberapa tahun lalu. Bagaimanapun, siasatan mendapati gambar rangka dan tengkorak berkenaan adalah palsu dan dibuat menggunakan perisian komputer, Photoshop.

FAKTA
Teori mengenai penemuan tengkorak aneh

  • Wujud spesies manusia aneh yang berbeza keadaan fizikal dengan manusia homo sapiens, pada zaman purba.
  • Tengkorak berkenaan adalah milik makhluk asing yang sudah meninggal dunia.
  • Tengkorak aneh itu dapat dibuat menggunakan proses primitif ‘mengikat tengkorak’.
  • Ada gambar tengkorak adalah palsu dan dibuat menggunakan komputer dan ceritanya diperbesarkan.
  • Pesawat Kuno

    Jika kita perhatikan dalam ajaran Veda, maka akan ada kata-kata “VIMANAS” dan juga “LAGHIMA” yang menjelaskan tentang benda terbang terutama untuk transportasi antar planet dan alam semesta. Beberapa orang selalu memandang sebelah mata untuk kisah-kisah yang tertuliskan dalam Veda yang merupakan kitab suci dari Hindu.

    Selalu muncul pernyataan : “Bukankah waktu itu nenek moyang kita masih kayak kera, jadi mana mungkin ada hal secanggih itu!” “Ah dibuat-buat itu, mana ada, mana peninggalannya. masak sich jaman sekarang lebih buruk dari jaman purba dulu”. dan masih banyak pernyataan miring seputar hal itu.

    Tetapi dengan sangat mengejutkan pada kuil kuno di Abydos, Mesir beberapa ratus mil di sebelah selatan Kairo dan plato Giza. Tepatnya dapa balok-balok penyangga atapnya ditemukan gambar-gambar yang merepresentasikan tentang pesawat pada jaman itu. Objek-objek itu memperlihatkan pesawat sebagaimana layaknya pesawat udara yang dioperasikan pada lapisan atmosfer bumi (bukan ruang hampa). karena itu terdapat bagian wing (sayap) dengan
    dikendalikan baling-baling dan pengendali arah berupa ekor. Kuil Abydos ini dibangun untuk dewa Osiris oleh firaun Mesir Kuno, Seti I (1306 - 1290 SM). dan diselesaikan oleh penerusnya Ramses II.

    Pada tahun 1898, pada situs yang berbeda di Mesir, yaitu pada wilayah pemakaman kuno Saqquara yang diperkirakan dibuat 200 SM, ditemukan replika pesawat terbang yang desainnya sama persis dengan pesawat terbang yang ada saat ini. Peninggalan sejarah mutahir ini sekarang disimpan di museum Kairo, Mesir.

    Dari Cina dilaporkan telah ditemuka beberapa dokumen sanskrit yang juga bagian dari kitab suci Veda di Lhasa, Tibet dan kemudian dibawa ke Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan. Dr. Ruth Reyna dari universitas ini menjelaskan bahwa pada dokumen kuno itu menjelaskan tentang desain pesawat luar angkasa yang cara-cara pembuatannya berasaskan pada prinsip-prinsip anti-gravitasi dan berasaskan pada sistem analog “Laghima” yang merupakan sumber daya penggerak yang sampai saat ini hampir tidak tersentuh dan diketahui oleh ilmuan modern.

    Prinsip dari Laghima sendiri diterapkan oleh para ahli Yoga untuk meringankan tubuh dan menentang gaya gravitasi sehingga dapat melayang bebas/terbang (info lebih lanjut mengenai teknik flying yogic berdasarkan hukum fisika dapat dilihat di http://www.tribunkaltim.com/read/artikel/2452).

    Namun, sayangnya prinsip anti gravitasi seperti ini ditentang oleh agamawan-agamawan Abrahamik dan menuduh hal seperti itu sebagai perbuatan dengan memanfaatkan setan. Dokumen Sanskrit kuno yang lain juga menyebutkan raja Ashoka yang pernah berkuasa di India membentuk kelompok “Sembilan lelaki misterius” yang terdiri dari ilmuan-ilmuan terkenal india yang bertugas mengkatalogkan berbagai macam sains.

    Namun Ashoka sendiri telah merahasiakan penemuan-penemuan ilmiah mereka karena kawatir kalau penemuan luar biasa tentang pesawat terbang, Nuklir dan penemuan spektrakuler ini akan disalah gunakan untuk tujuan peperangan. “Sembilan lelaki misterius” telah menulis sembilan buah buku yang saling berkaitan, bertajuk “Rahasia-rahasia gravitasi”. Mereka menyebutkan kendaraan luar angkasa bernama “Vimanas/Astras”. Cina menyatakan akan mempelajari lebih lanjut dokumen tersebut untuk tujuan pengembangan antariksanya.

    Senin, 16 Maret 2009

    Kucing Zaman Purba Ditemukan Di Venezuela


    CARACAS - Tim peneliti kandungan minyak Venezuela berhasil menemukan fosil kucing raksasa bertaring tajam di wilayah tenggara Caracas.



    "Ini merupakan temuan paling penting di Amerika Selatan selama kurun waktu 60 tahun," ujar paleontologis dari Institut Sains Venezuela Ascanio Rincon, seperti dikutip melalui AFP, Selasa (12/8/2008).

    Rincon memaparkan bahwa fosil-fosil tersebut ditemukan bersama beberapa fosil hewan lainnya seperti harimau kumbang, serigala, onta, burung gagak, bebek dan kuda. Semua hewan tersebut hidup pada 1,8 juta tahun lalu. Para tim menemukan fosil tersebut secara tidak sengaja saat mereka sedang mencari kemungkinan kandungan energi minyak di pusat wilayah Monages sejak tahun 2006.

    "Penemuan kami yang paling penting adalah rangka tengkorak yang masih lengkap dari kucing raksasa zaman purba, yang dinamakan Homotherium, karena hewan jenis ini belum pernah ditemukan di wilayah Amerika Selatan. Bagi kami penemuan ini merupakan sejarah dan membuka tirai baru akan kehidupan zaman purba di wilayah ini," papar Rincon.

    Kucing raksasa yang memiliki taring tajam berukuran lebih kecil dari harimau dan tubuh yang mirip dengan Hyena, dipercaya pernah hidup di wilayah Afrika, Eurasia dan Amerika Utara antara lima juta hingga 10 ribu tahun lalu. Hewan ini sempat mengalami kepunahan pada 500 ribu tahun lalu.

    sumber : indonesiaindonesia.com

    Komputer Zaman Purba

    Komputer Zaman Purba




    Pada 1901, para penyelam Yunani di perairan pulau Antikythera (dibaca: Andikithira, juga dikenal dengan nama: Cerigotto, Sijiljo atau Stus) menemukan sebuah benda peninggalan dari sebuah puing-puing di dasar laut dengan bentuk seperti sebuah jam beker yang berusia paling tidak 2.000 tahun lalu. Penelitian lebih mendalam kemudian oleh Derek J. De Solla Price, menunjukkan bahwa mekanisme benda ini adalah seperti yang kini digunakan sebagai komputer (mesin hitung) untuk mengukur pergerakan bintang-bintang dan planet-planet.
    Dalam Scientific American, De Solla juga mengingatkan kembali tentang penemuan sebuah alat hitung kalender beroda gigi dari kebudayaan Islam abad ke-13 yang tersimpan di Museum Sejarah Iptek, Oxford. Konsep kerjanya seperti yang telah ditulis oleh ahli astronomi, Al Biruni pada 1.000 M. Peralatan yang dibuat oleh peradaban Islam itu lebih sederhana daripada mekanisme Antikythera namun memperlihatkan banyak kesamaan pokok detil teknis yang digunakan diantara keduanya. Dari ini tampaknya peradaban Antikythera seolah-olah telah lenyap dari kita namun muncul dan dipahami oleh orang-orang Arab (Islam). Hingga lalu masuk ke peradaban Eropa pada abad pertengahan menjadi dasar teknologi jam modern?. Mekanis Antikythera ini kini disimpan di Museum Arkeologi Nasional, Athena (Yunani).

    sumber : misteridunai1.blogspot.com